Text
Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu (cover lama)
Kamu tahu, mungkin kehidupan semua orang, termasuk kamu dan aku, akan terasa lebih mudah jika kita boleh menikah dengan bantal yang menahan kepala kita setia malam, mendengarkan setiap cerita dan keluh-kesah, merindukan kita di siang hari, menyerap air mata ketika kita sedang bersedih, tanpa sekalipun melakukan protes, dan berbisik ke telinga kita di setiap malam yang sunyi.
"Berbahagialah. Berbahagialah. Di luar sana. Seseorang mencintaimu, seseorang tengah mencintaimu.." Tetapi, apakah dunia ini memberikan izin untuk kita menikahi sesuatu yang bahkan tidak berasal dari kita sendiri, meskipun ia mencintai kita tanpa merasakan duka dan damba? Sepertinya tidak. Semoga hanya "belum" sehingga kita bisa menunggu datangnya hari itu, hari dimana ketika kamu dan aku merasakan dunia merayakan kebahagiaan kita. Sekarang, coba bayangkan gunung yang ada di dekat rumahmu itu, terlihat pecinta yang sedang menunggu orang yang dicintainya.
Dan dia selalu menunggu semenjak dia ada di dunia ini. Kurasa sebesar itulah bakatku dalam menunggu. Kurasa sebesar itulah aku ingin bertemu dengan hari itu. Dan berkata kepadanya, "Hanya kamu yang tahu berapa lama lagi aku harus menunggu.”
Kumpulan cerpen berjudul Hanya Kamu Yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu merupakan karya Norman Erikson Pasaribu. Penulis muda berbakat yang meraih penghargaan cerpen terbaik kompas. Ia menampilkan kisah hubungan manusia dalam cinta dari berbagai sisi yang tak terduga.
Tidak tersedia versi lain