Buku Pengajaran Apresiasi Puisi disusun dalam lima bagian utama. Setiap bagian merupakan rangkaian cara berpikir induktif, agar data-data puisi yang ditemukan dapat dijadikan dasar untuk menentukan sifat-sifat yang umum dari puisi. Bagian pertama adalah pendahuluan berisi tentang data-data puisi secara realistis dari bentuk mantra sampai puisi kontemporer. Berdasarkan data-data yang diperol…
Buku Catatan Kronik ini merupakan buku kedua yang diluncurkan Natasha Rizky. Natasha Rizky mengaku sangat senang, tetapi sekaligus gugup. Buku ini berisi puisi tentang kehidupan dan introspeksi diri, ilustrasi, serta berbentuk jurnal untuk keseharian. "Dalam proses pembuatan Catatan Kronik ini hampir seluruh isinya mengenai aku yang berhubungan langsung dengan mereka (keluarga dan sahabat),"…
GENDIS: Oke, tapi siapa namamu? Aku suka nama yang kalau diucapkan menjelma percikan api menjelma makna menghangatkan malam. BURUNG: Tidak tahukah kau, Gendis, bahwa burung tidak memerlukan nama? Tidak tahukah kau sebabnya, Gendis? Nama selalu bergeser geser tafsirnya kalau diucapkan Perihal Gendis adalah kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono tentang seorang gadis yang beranjak dewas…
Riwayat ini mengandung banyak paham. Bias prasangka hadir melengkapi desus. Remuk redam menjadi sorakan. Bimbang. Barangkali jenaka? Atma lunglai rasa tak menapak. Kosong termanipulasi gelagatnya sendiri. Piala “penderitaan terbaik” tergenggam erat. Enggan lepas. Hingga sebuah utas melingkupi. Yang istimewa bukan hanya kamu. Dirimu jauh dari satu-satunya. Allah mencintai semua. Berikut geti…
hari-hari mencuri wajahmu esok kita hanya mendengar suara tawa seorang nahkoda pemabuk dari neraka paling celaka ......
Yang paling menonjol dari sajak-sajaknya ialah ironiironinya, suatu tanda bahwa ia benar-benar mewakili semangat perpuisian modern. Sebagai penyair wanita, apa yang ditampilkan tidak jauh dari pengalaman dirinya, terutama mengenai dunia wanita. (Balai Pustaka)
Sapardi Djoko Damono Lahir di Solo 20 Maret 1940. Tamat Sastra Inggris Universitas Gajah Mada Tahun 1964, kemudian berturut-turut mengajar di IKIP Malang cabang Madiun, Fakultas Sastra universitas Diponegoro Semarang dan sejak tahun 1972 dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia