Hampir keseluruhan dari tema yang dibahas oleh Maulana Rumi di dalam puisi-puisinya, nada dasarnya tak lain adalah cinta.Cinta membuat kita sanggup menembus segala sesuatu. Sehingga dengan demikian kita akan menemukan dan berjumpa dengan Allah Ta'ala di balik berlangsungnya perjumpaan dengan segala sesuatu. Cinta membuat kita tertarik untuk duduk bersama orang-orang yang berada di tengah rerunt…
Pembicaraan tentang tradisi lisan, khususnya sastra lisan, semakin meluas. Semakin banyak orang yang member perhatian dan tertarik untuk meneliti dan mendokumentasikan. Beberapa universitas sudah menawarkan mata kuliah Sastra lisan, paling tidak di jurusan Sastra Daerah dan Sastra Indonesia. Akan tetapi,belum ada buku yang dapat digunakan utama untuk pelakasanaan kuliah tersebut sehingga kuliah…
Aku kira dia adalah titik akhir bahagiaku, ternyata dia hanyalah bagian dalam perjalanan kisah cintaku. Takdir seakan menolak merestui hubungan ini, padahal aku memang belum menemukan orang yang tepat. Kali ini saja, biarkan aku memenangi seseorang yang benar-benar aku cintai lewat doa-doaku, Ya Allah. Untukmu yang sedang patah, simpan rapat tulusmu itu ya hingga bertemu dengan orang yang meng…
Ayah, Ini Arahnya ke Mana, ya? adalah buku yang mengangkat isu fatherless dan kehilangan. Buku ini hadir untuk kalian peluk dengan rasa rindu kepada seseorang yang sudah pergi. Mengisahkan seorang anak yang kehilangan sosok Ayah dan tidak tahu arah hidupnya akan ke mana. Ketika membaca buku ini kalian akan merasa bahwa ternyata hidup tanpa sebuah arahan dari seseorang yang sudah kita jadikan na…
Buat kamu yang sering bertanya, “aku yang dulu ke mana, ya?” Mungkin kamu akan menemukan jawabannya di sini. Bahagia, atau tidak, mengenang masa kecil adalah hal yang dirindukan atau mungkin sangat menyakitkan. Namun, bahagia atau tidak kita saat kecil, apakah ada yang bisa menjamin dewasanya akan benar-benar bahagia? Saatnya berpelukan dengan masa lalu dan merayakannya dengan tangisan yang…
Pernah gak ingin bersuara, tapi sudah tahu tidak akan didengar? Bukannya tidak berani bersuara, tapi aku terbiasa disepelekan. Pak, Bu, andai kalian tahu, aku hanya ingin didengar. Aku hanya ingin merasakan suasana rumah yang hangat. Aku hanya ingin ada foto keluarga kita terpajang di rumah. Namun, rumah yang seharusnya jadi tempat yang nyaman untuk pulang, malah terasa asing untukku. Tidak ad…
Bersamamu adalah perjalanan singkat tapi memberi pelajaran yang begitu melekat. Pelajaran untuk tak terlalu dalam jatuh serta untuk tak terlalu berharap jauh. Coba kau pikir, bagaimana caranya aku bisa melanjutkan hidupku, jika menyelesaikan pelajaran darimu saja seakan membutuhkan waktu seumur hidupku. Dan pada akhirnya, di antara kata selamat tinggal, kau jadi orang yang selamat dan justr…
"Pak, Bu, aku gapapa kalau kita bukan dari keluarga kaya. Gapapa kalau sewaktu kecil aku sering ditinggal Bapak demi mencari uang. Gapapa kalau Ibu lebih sayang Kakak yang lebih pintar dan sering dibandingkan dengannya yang sering juara kelas. Gapapa kalau sewaktu kecil aku tidak pernah tiup lilin ulang tahun. Gapapa, aku sudah ikhlas menerima semuanya. Pak, Bu, kita memang bukan dari ke…
Kebanyakan orang melihat aku sebagai anak yang ceria, bahagia, anak yang kuat. Padahal, aku sedang menopang semua kesedihannya sendirian karena rumahnya tidak terasa ramah lagi. Nyatanya, aku tidak sekuat itu. Lahir dari keluarga yang tidak baik-baik saja mengajarkanku dewasa sebelum. waktunya. Menjadi dewasa karena tuntutan keadaan. Dituntut kuat ketika diminta memilih "hendak ikut bersama si…
Mampukah aku berjalan sampai batas paling nyeri? Perjalanan yang dimulai dengan pertanyaan dari kecemasan sendiri, dan ketidakpastian mata kau yang menetes di kemarau panjang. Di balik rasa putus asa dan keinginan untuk menemukan kau, telah tercipta sebuah rantai rahasia yang menghubungkan aku, kau, dan seluruh alam semesta. Suatu rantai yang menyebabkan aku menjadi seorang petualang, dan…